Boltim, Fakta Sulawesi.com – 7 Oktober 2026, Pesta demokrasi di tingkat desa kembali menjadi perhatian masyarakat Bolaang Mongondow Timur. Menjelang Pemilihan Sangadi (Pilsang) serentak, geliat politik desa mulai terasa, termasuk di Desa Bulawan Dua, Kecamatan Kotabunan.
Di tengah dinamika tersebut, nama Gafar Mohi mulai mencuat sebagai salah satu figur yang disebut siap mengambil bagian dalam kontestasi kepemimpinan Desa Bulawan Dua.
Bagi sebagian masyarakat, kemunculan Gafar bukan sekadar menambah daftar nama dalam bursa Pilsang. Ada harapan yang lebih besar, menghadirkan sosok yang mampu mendengar, merangkul dan menerjemahkan kebutuhan masyarakat ke dalam kerja nyata pemerintahan desa.
Desa, bagaimanapun, bukan sekadar wilayah administratif. Di sanalah kehidupan masyarakat berlangsung dari hari ke hari. Persoalan pelayanan publik, pembangunan, pemberdayaan ekonomi, kepemudaan hingga hubungan sosial antarmasyarakat menjadi bagian yang langsung bersentuhan dengan kepemimpinan seorang Sangadi.
Karena itu, Pilsang tidak hanya berbicara tentang siapa yang paling banyak mendapatkan dukungan. Lebih dari itu, masyarakat akan menentukan siapa yang dianggap mampu membawa desa bergerak ke arah yang lebih baik.
Nama Gafar Mohi kini menjadi salah satu figur yang diperbincangkan dalam dinamika menuju Pilsang Bulawan Dua.Kesiapannya untuk ikut bertarung menambah warna dalam kontestasi yang diperkirakan akan menarik perhatian masyarakat.
Namun, jauh di atas persaingan politik, tantangan sesungguhnya bagi setiap figur adalah bagaimana meyakinkan masyarakat bahwa kehadirannya bukan semata untuk mendapatkan jabatan.
Sangadi merupakan posisi yang menuntut kedekatan dengan masyarakat. Seorang pemimpin desa harus mampu berada di tengah warga, memahami persoalan dari bawah dan membuka ruang komunikasi seluas – luasnya.
Masyarakat tentu akan melihat lebih jauh dari sekadar nama. Mereka akan menilai gagasan, rekam jejak, karakter, kemampuan berkomunikasi, serta sejauh mana seorang kandidat memahami kebutuhan Desa Bulawan Dua.
Pilsang pada akhirnya bukan sekadar pertarungan memenangkan suara.Di balik proses pencoblosan, tapi ada tanggung jawab besar yang menunggu siapa pun yang dipercaya masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sendiri menempatkan Pilsang sebagai bagian penting dari proses demokrasi yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat desa.
Dalam konteks itu, setiap figur yang menyatakan kesiapan maju memiliki pekerjaan rumah yang sama,menawarkan gagasan yang realistis dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Jika benar – benar maju, masyarakat Bulawan Dua tentu akan menunggu apa yang akan ditawarkan Gafar :
Apakah ada gagasan baru tentang pembangunan desa?
Bagaimana pelayanan kepada masyarakat akan diperbaiki?
Bagaimana potensi ekonomi warga dapat dikembangkan?
Dan yang tidak kalah penting, bagaimana ia menjaga persatuan masyarakat setelah pesta demokrasi berakhir?
Pertanyaan – pertanyaan inilah yang nantinya akan menjadi bagian dari penilaian masyarakat.
Menariknya Pilsang selalu memiliki karakter yang berbeda dengan pemilihan di tingkat yang lebih tinggi.
Di desa, para kandidat hidup dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka bertemu di jalan, di tempat kerja, dalam kegiatan sosial, keagamaan maupun berbagai aktivitas kemasyarakatan.
Kedekatan tersebut membuat masyarakat relatif lebih mudah mengenali karakter seorang calon.
Karena itu, bagi Gafar Mohi, momentum Pilsang Bulawan Dua dapat menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa politik desa dapat dibangun dengan pendekatan yang sederhana: hadir, mendengar dan bekerja.
“Saya berharap bisa bekerja lebih,apabila di percaya oleh masyarakat untuk memimpin bulawan dua, memastikan setiap kabijakan bisa memberi manfaat bagi masyarakat umumnya dan saya tidak akan menjanjikan bulan dan bintang karena itu terlalu tinggi”ujarnya
Sebab setelah spanduk diturunkan, kampanye berakhir dan hasil pemilihan ditetapkan, masyarakat tetap akan membutuhkan pemimpin yang hadir ketika persoalan datang.
Desa Bulawan Dua merupakan salah satu desa di Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Secara administratif, Bulawan Dua tercatat sebagai salah satu dari desa yang berada di Kecamatan Kotabunan.
Kini, perhatian perlahan tertuju pada siapa saja figur yang akan mengambil bagian dalam pertarungan menuju kursi Sangadi.
Gafar Mohi menjadi salah satu nama yang mulai mendapatkan sorotan. Namun, perjalanan menuju kontestasi ada tahapannya sendiri, Dukungan masyarakat, proses pencalonan, pemenuhan persyaratan serta tahapan resmi Pilsang akan menjadi bagian penting yang menentukan siapa yang benar – benar tampil dalam arena pemilihan.
Akhirnya, masyarakat Bulawan Dua-lah yang akan menentukan, Mereka bukan hanya memilih seorang nama di atas kertas suara, tetapi memilih sosok yang akan diberi amanah mengurus rumah besar bernama desa Bulawan Dua.
Dan jika Gafar Mohi benar – benar maju, maka panggung Pilsang Bulawan Dua akan menjadi kesempatan baginya untuk menjawab satu pertanyaan sederhana namun sangat penting:
Apa yang bisa ia lakukan untuk Bulawan Dua jika kepercayaan itu benar – benar diberikan kepadanya?
Jawabannya kelak bukan hanya ditentukan oleh kata – kata, tetapi oleh suara masyarakat dan setelah terpilih, oleh kerja nyata. ( Saiful Boroma)









