Boltim,FaktaSulawesi.com – Selasa, 24 Juni 2025 Pemerintah Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, kembali menunjukkan komitmen konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dipimpin langsung oleh Camat Nuangan, Mursit Mamonto, S.Pd, kegiatan kerja bakti massal digelar secara menyeluruh dari Perempatan Nuangan hingga ke wilayah Desa Bai, sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan akses infrastruktur dasar masyarakat.
Langkah ini mendapatkan Respon positif dari Pemerintah Daerah. Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur yang memberikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut. “Good job!” ujar keduanya melalui pesan WA yang disampaikan kepada seluruh jajaran pemerintah Kecamatan Nuangan.
Kegiatan gotong royong ini tidak hanya melibatkan seluruh aparat desa di Kecamatan Nuangan dan pegawai Kantor Camat, tetapi juga memperlihatkan sinergi lintas sektor. Personel Babinsa dari TNI dan Bhabinkamtibmas dari Polri turut serta dalam kegiatan lapangan, memberikan kontribusi fisik sekaligus pengamanan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman.
Camat Mursit Mamonto dalam pernyataannya menegaskan bahwa akses jalan yang bersih dan layak merupakan prasyarat penting bagi pergerakan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.
“Jalan adalah urat nadi masyarakat. Ketika akses transportasi memadai, maka aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan sosial akan berjalan lebih efektif,” ujar Camat Mursit.
Ia juga menekankan bahwa partisipasi semua elemen, termasuk masyarakat dan aparat keamanan, merupakan fondasi penting dalam pembangunan berkelanjutan.
Menurut Camat Mursit, kerja bakti massal tersebut merupakan bagian dari agenda rutin Kecamatan Nuangan sebagai bentuk pelayanan publik berbasis aksi. Fokus kegiatan mencakup pembersihan, perbaikan jalan desa, serta pembenahan saluran air dan infrastruktur umum lainnya.
“Kerja bakti ini bukan hanya soal membersihkan jalan. Ini adalah manifestasi nyata dari semangat gotong royong, simbol dari persatuan dan niat baik untuk membangun bersama,” jelasnya.
Ia menambahkan, model pembangunan yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor seperti ini perlu diperluas ke wilayah lain, sebagai langkah strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan di daerah.
Aksi kolaboratif ini menjadi cerminan transformasi pelayanan publik yang tidak hanya bergantung pada kebijakan administratif, tetapi dimulai dari langkah konkret di lapangan.
Dengan pendekatan responsif, partisipatif dan humanis, Kecamatan Nuangan membuktikan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dimulai dari hal – hal paling sederhana dengan semangat gotong royong sebagai poros utamanya.









