Boltim,Faktasulawesi.com – 1 Mei 2026 Perjalanan sejarah bangsa ini tidak pernah lepas dari jejak panjang perjuangan para buruh. Dari masa ke masa, mereka hadir sebagai kekuatan yang senyap namun menentukan menggerakkan roda ekonomi, membangun infrastruktur, hingga menjaga keberlangsungan kehidupan sosial.
Keringat yang jatuh di tanah kerja bukan sekadar usaha mencari nafkah, melainkan bagian dari pengabdian terhadap kemajuan bangsa.
Sejarah mencatat bahwa gerakan buruh di dunia, termasuk di Indonesia, lahir dari ketidakadilan. Peristiwa 1 Mei atau Hari Buruh Internasional menjadi simbol perjuangan panjang melawan penindasan dan eksploitasi tenaga kerja.
Di Indonesia sendiri, semangat itu terus hidup dan mendapat pengakuan negara sebagai bagian dari perjalanan demokrasi dan keadilan sosial.
Sebagaimana diamanatkan dalam Undang – Undang Dasar 1945 Pasal 27 ayat (2), ditegaskan bahwa “Tiap – tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.”
Ini bukan sekadar kalimat hukum, melainkan janji negara kepada setiap buruh bahwa kerja keras mereka harus dihargai dengan keadilan, kesejahteraan dan perlindungan.
Lebih lanjut, dalam Undang – Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, negara menegaskan pentingnya perlindungan terhadap hak – hak pekerja, termasuk upah yang layak, jaminan sosial, serta kondisi kerja yang manusiawi. Hal ini menunjukkan bahwa perjuangan buruh bukan hanya sejarah, tetapi telah menjadi fondasi hukum dalam kehidupan berbangsa.
Sebagai Ketua DPC Gerindra Bolaang Mongondow Timur, saya memandang bahwa perjuangan para buruh adalah cermin keteguhan dan ketulusan. Mereka mengajarkan kita arti kerja keras, kesabaran dan keberanian dalam menghadapi ketidakpastian hidup. Dari mereka, kita belajar bahwa kemajuan tidak pernah datang tanpa pengorbanan.
Momentum Hari Buruh harus menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa membangun daerah dan bangsa bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga hasil dari kerja kolektif seluruh elemen, terutama para buruh yang berada di garis depan pembangunan.
Sudah sepatutnya kita memberikan penghormatan setinggi – tingginya kepada mereka, tidak hanya dalam kata, tetapi juga dalam kebijakan dan tindakan nyata.
Mari kita jadikan sejarah perjuangan buruh sebagai sumber inspirasi untuk terus bergerak maju. Dengan semangat gotong royong dan keadilan sosial, kita wujudkan Bolaang Mongondow Timur yang lebih sejahtera, di mana setiap keringat dihargai, setiap kerja dihormati, dan setiap buruh mendapatkan haknya secara layak dan bermartabat.
Selamat Hari Buruh.
Buruh adalah pahlawan pembangunan dan perjuangan mereka adalah pelajaran bagi kita semua.









